Kepada Calon Suamiku Kelak,
Telah kusiapkan kedua tanganku untuk membawakan sebaskom air hangat yang akan membasuh kakimu yang pegal-pegal sepulangnya menunaikan kewajibamu menafkahiku.
Lalu sudah juga kupelajari baik-baik bagaimana cara menyikat sela-sela jari kakimu agar tetap terjaga bersih.
Sudah pula kusiapkan sabarku menunggu otot ototmu kakimu tak lagi tegang dan kukeringkan kakimu yang basah dengan handuk yang sejak tadi menggantung di pundak kiriku.
Kemudian, rebahkan badanmu sejenak di sofa itu. Biar kubuatkan teh manis hangat di dapur. Apa? Kamu ingin kopi? Baiklah, apapun :)
Tak akan aku mengeluh soal makan malam di meja belakang yang jadi dingin sebab tak kau sentuh karena kau telah makan malam bersama relasi-relasi kerjamu.
Dan jika tak sanggup kau langkahkan kakimu menuju kamar mandi di mana telah kusiapkan seember air hangat untukmu mandi serta handuk dan pakaian tidurmu, tak apa. Langsung tidurlah. Aku tau kamu pasti lelah :)
Sudah larut. Waktunya aku mendengarkan irama surgaku kelak. Tau apa? Suara mendengkurmu :)
Selamat tidur, Calon Pintu Surgaku.
*matikan lampu kamar*
kepada calon suamiku kelak.. :))
manis bgt iniii :”)
ampuuunn inii maniss sekaliii kakaaaakk *.*